Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Smartfren Rugi Terus Sejak 2011, Ada Apa Denganmu?

Hello Bro n Sis, Smartfren Rugi Terus Sejak 2011 - Sebuah perusahaan di ciptakan adalah untuk mendapatkan keuntungan, dan tiu sangat logis tetapi ada sesuatu yang unik dimana perseroan satu ini sudah hampir 10 tahun tak pernah mencicipin hal tersebut. www.3835.info

Fren Perusahaan Yang Merugi Sejak 2021

Jika kamu pengguna selular di Indonesia tentu tak asing dengan merek Fren salah satu produk yang dulunya menggunakan jaringan CDMA dan kini berubah menjadi GSM, kualitas jaringan standar lah dengan 3 pesaing utama bahkan di Bali menurut pengalaman aku jangkauannya luas.

Seiring waktu sebagai seorang yang suka kepo iseng melihat laporan keuangan ini perusahaan, karena Fren sudah Go Publik artinya segala sesuai tudah terbuka untuk umum dan bisa kamu akses dengan mudah. Sangat mengejutkan hasil pengamatan aku dimana Rugi terus.

Sejak 2011 Smartfren Rugi

Tahun 2011 Perusahaan ini melakukan Rapat umum pemegang saham dan melakukan perubahan nama menjadi yang sekarang, dan laporan keuangan mereka saat itu merugi dengan jumlah yang sangat besar. Ok saat itu karena migrasi jaringan atau rebranding tetapi hal senaga juga terjadi tahun tahun berikutnya.

Anak perusahaan Group Sinar Mas ini selalu merugi baik dalam kondisi normal maupun dalam kondisi pandemi, arinya ada sesuatu salah dalam pengelolaan perusahaan, entah itu direksinya, entah komisarisnya atau dari hal pengawasan yang tak berkerja dengan maksimal. 

Secara jaringan dan promosi termasuk pengemasan ini perusahaan sama kok dengan pesaingnya, bahkan fren memiliki kelebihan dimana ada komunitas yang sangat royal pada beberapa daerah, so masalah utama sebagai mata awam ada pada jajaran pengelolaan.

Aku uraikan sedikit di tahun 2020 laporan keuangan mereka mencetak Rugi sebesar 1.22 triliun, kerugian ini lebih besar dari laporan kerugian tahun sebelumnya yang juga sekitar 1.07 triliun. waladalah. kok bangga banget ini perusahaan rugi ya.

Kabar menarik lain yang ingin tahu lebih tentang penanam modal bisa meluncur ke Investasi atau Cara Menabung Emas

Dari laporan keuangan itu bisa juga kita ketahui jika ada kenaikan dari sisi penjualan data, karena data ini menjadi nilai tambah perusahaan, tetapi dari sisi beban usaha juga mempengkak, sepertinya beban usaha ini tak terkontrol deh, nilainya sangat tinggi mencapai 5.17 triliun.

Tahun 2021 perusahaan kembali melakukan right issue, gambaran singkat mengenai pengertian right issue adalah penawaran umum terbatas untuk kepemilikan saham, jadi para pemilik saham dala perusahaan memiliki hak utama untuk menambah menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan itu.

Mengapa di sebut utama karena penanam modal memiliki saham sebelumnya dan di berikan hak lebih untuk menambah kepemilikan lagi, sangat istimewa banget. Tetapi ada satu yang aku yasangkan hal seperti ini sudah sering di lakukan fren kalo tidak salah tahun 2018 sudah melakukannya.

Dari kaca mata sederhana fren ini selalu menjual prospek masa depan tetapi mengesampingkan hal hal teknis khususnya pengelolaan atau bagaimana mencegah kerugian itu.

Jika rugi di sebabkan karena pandemi sih wajar ya, sebab semua perusahaan juga sedang menurun, tetapi masalahnya rugi mereka ini terjadi saat keadaan normal dan sudah berlangsung sejak tahun 2011 bahkan sebelumnya juga rugi.

Bagaimana ya pemikiran mereka memang kerugian mereka berkurang, tetapi ruginya ini bertahun tahun, Managernya tidak benar ini. Sangat manusiawi jika seorang investor mempertanyakan hal ini.

Kok bisa rugi terus menerus, dan mereka terus menarik dana dari masyarakat. Bukannya untung tetapi rugi, artinya ini perusahaan bermasalah, bagaimana mau menarik minat penanam modal jika begini.

Penanam modal itu untung berkurang saja di pertanyakan, apalagi rugi bertahun tahun seperti ini, Harus di perhatikan betul jika ingin investasi, jangan tergiur dengan rayuan masa depan dimana dari sisi pengelolaan yang sudah terbukti 10 tahun sangat buruk.

Apakah induk usaha mereka Sinar Mas group tahu akan hal ini? sedikit info jika perusahana milik konglomerat Eka Tjjipta Widjaja sudah bergerak di segala bidang usaha mulai dari kertas, agribisnis, keuangan, real estat dan telekomunikasi lewat fren ini.

Selain telekomunikasi perusahaannya berjalan sangat baik yang menjadi biang kerok utama adalah segmen teknologi lewat perseroan yang bernama fren.

Kasian para investor mereka tak mengenal kata Deviden sejak 2011, apakah ini berarti mereka sangat sultan, duh...

Ada baiknya saat RUPSLB nanti jajaran di ganti semua tuh, jika benar kamu sultan alangkah baiknya di iringi dengan kualitas perusahaan yang kamu miliki juga mendulang keuntungan dong.

Tahun 2021 fren kembali berhasil memenangkan lelang 5G kita lihat sepak terjang mereka, apakah akan terus merugi?

Ini perusahaan seakan mercusuar yang terlihat megah dari luar tetapi sangat buruk pengelolaan keuangan mereka, bayangkan puluhan tahun rugi terus, bagaimana ceritanya bilang ini pengelolaan baik

Smartfren Rugi Terus Sejak 2011 - Prospek telekomunikasi ke depan memang sangat baik, tetapi alangkah baiknya di iringi dengan manajemen dan orang orang yang berdedikasi. Be Smart For Your Invesment

Post a comment for " Smartfren Rugi Terus Sejak 2011, Ada Apa Denganmu?"